Karya: Mai Hamdati Aku belum menyerah, Tuhan Hanya ingin lebih percaya pada takdir Membiarkannya terbang bebas Dengan sayap yang tak terlihat menjauh dari pikiranku dan lebih d...
Hingga Satu yang Ke Sepuluh Telah jatuhBola-bola air di wajahmuSatu demi SatuSatu hingga satu yang lainHingga satu yang kesepuluhYa, hingga satu yang kesepuluh Kegelisahan lain tumbuhUntuk satu demi S...
Karya: Mai Hamdati Waktu memang terlihat selambat batu-batu Kerikil yang bergeser di lubang-lubang sungai, Tapi tanpa sadar Telah kau arungi arus yang tenang setiap Subuh Sedikit bergelomb...
Sebuah Jawaban Karya: Mai Hamdati Telah kau baca semua buku Menemukan seluruh jendela Sempat tercengang sebentar sebelum menghafal Setiap nama yang akan begitu mudah kau lupa Kau telah pulang&nb...
RINDU Karya: Mai Hamdati Malam terasa basah di paru-parukuSetelah gerimis tak henti mengikisSetiap yang di sentuhnya dari kulitkuDan entah sudah berapa lamaSampai akhirnya ia menemukanmuBukan di kotam...
PUISI INI SAYA TEMUKAN DI ANTARA FILE-FILE YANG BERSERAKAN DI SATU FOLDER BERJUDUL TULISAN, TIDAK JELAS SIAPA YANG MENULIS, DI SANA HANYA TERTERA, SANGGAR SAKTAH. DAN ENTAH, APA PESAN YANG INGIN DISAM...
