Pidato lengkap Jokowi di Bloomberg Forum 2025 menjadi salah satu momen penting yang menarik perhatian dunia. Hal ini dapat di lihat terutama ketika Presiden Joko Widodo memaparkan strategi besar Indonesia dalam memasuki era intelligent economy. Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Jokowi menegaskan tentang pertumbuhan Indonesia. Yaitu bahwa masa depan pertumbuhan Indonesia sangat bergantung pada kekuatan infrastruktur, data, kecerdasan buatan, dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan global.
Melalui pidato lengkap Jokowi ini, publik dapat melihat bagaimana pemerintah membangun fondasi ekonomi digital dengan pendekatan bertahap. Mulai dari memperkuat infrastruktur dasar, memperluas jaringan digital, mendukung ekosistem startup, hingga menyiapkan sumber daya manusia yang melek teknologi. Jokowi juga menyoroti pentingnya peran Asia Tenggara sebagai kekuatan ekonomi baru yang bersaing di kancah global.
Artikel ini akan mengulas isi pidato lengkap Jokowi secara komprehensif, termasuk visi, arah kebijakan, hingga prediksi beliau tentang revolusi AI dan robot humanoid dalam 5–15 tahun mendatang. Seluruh poin penting pidato disajikan dengan runtut agar pembaca mendapatkan gambaran utuh tentang arah baru ekonomi digital Indonesia.
Berikut Pidato Lengkap Jokowi
Yang Terhormat, para pemimpin dunia, para menteri, para tokoh bisnis, akademisi, hadirin sekalian yang saya muliakan.
Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk dapat berbicara di hadapan Anda pada hari ini.
Ketika saya pertama kali menerima amanah sebagai Presiden Republik Indonesia, saya membawa sebuah pertanyaan sederhana namun sangat mendasar: Bagaimana kita dapat membangun perekonomian yang kuat bagi 280 juta penduduk Indonesia?
Kami memahami bahwa tidak ada jalan pintas untuk mencapai tujuan tersebut. Karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan membangun fondasi pembangunan nasional melalui infrastruktur dasar: jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, serta jaringan digital. Kami meyakini bahwa tanpa infrastruktur yang kokoh, suatu perekonomian tidak akan mampu tumbuh.
Selain itu, Indonesia juga telah membuat kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur digital. Kami membangun pusat data, meluncurkan satelit baru, memperluas jaringan digital, dan meningkatkan konektivitas dari Sabang sampai Merauke. Di saat yang sama, pemerintah menghadirkan berbagai regulasi yang mendorong pertumbuhan bisnis lokal dan startup nasional.
Hadirin yang saya hormati,
Inilah dasar dari lahirnya ekosistem digital Indonesia. Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan berbagai startup lainnya tumbuh melalui dukungan ekosistem tersebut. Sistem pembayaran digital nasional seperti QRIS membuat transaksi menjadi mudah dan inklusif: pedagang kecil di desa maupun perusahaan besar di kota menggunakan sistem yang sama.Indonesia juga mulai memaksimalkan pemanfaatan teknologi data dan sumber daya strategis, termasuk melalui hilirisasi industri dan pengembangan sektor baterai kendaraan listrik. Langkah ini menjadikan Indonesia bagian penting dari rantai pasok global industri baterai. Bagi kami, ini bukan hanya persoalan ekonomi, namun juga pembangunan fondasi masa depan bangsa.
Namun transformasi tidak cukup hanya dengan membangun teknologi. Kita juga harus menyiapkan manusia. Indonesia memastikan bahwa generasi muda, para pelajar, dan para pelaku usaha dibekali keterampilan digital dan literasi data, mulai dari AI, coding, algoritma hingga machine learning.
Ketika muncul pertanyaan apakah pekerjaan akan hilang di era intelligent economy, saya menegaskan bahwa jawabannya adalah tidak. Justru akan muncul lebih banyak pekerjaan dan peluang baru, asalkan masyarakat dipersiapkan dengan kemampuan yang tepat.
Hadirin sekalian,
Perjalanan ini bukan hanya kisah Indonesia. Ini adalah kisah Asia Tenggara. Jutaan anak muda di kawasan ini membangun startup, jutaan UMKM beralih ke digital, dan unicorn baru terus bermunculan. Asia Tenggara bukan lagi sekadar pasar. Kawasan ini sedang tumbuh menjadi kekuatan global baru. Unicorn masa depan tidak harus datang dari Silicon Valley; ia bisa lahir dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, atau Hanoi.Memasuki era intelligent economy, seluruh bangsa dituntut untuk mampu mengintegrasikan data dan kecerdasan dalam pemerintahan, industri, dan sistem sosial. Lembaga global seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO juga harus mendefinisikan ulang instrumen keuangan, sistem perdagangan, dan strategi digital mereka agar relevan dengan perkembangan zaman.
Hadirin yang saya hormati,
Dua dekade mendatang akan membawa perubahan besar. Kita akan menyaksikan revolusi humanoid dan gelombang besar kemajuan kecerdasan buatan. Karena itu, kesiapan bangsa menjadi keharusan. Kita harus terus membangun fondasi yang kuat, memperkuat inovasi, dan memperluas kolaborasi global jika ingin tumbuh lebih cepat dan lebih baik.Transformasi membutuhkan keberanian, kegigihan, dan keyakinan. Indonesia akan terus melangkah maju, dan bersama negara-negara Asia Tenggara, kami siap memasuki era baru ekonomi cerdas—era kerja sama, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Terima kasih.



Komentar