MENU

Susunan Acara Tahun Baru Islam di Sekolah: Lengkap dari Pembukaan sampai Doa

2 menit membaca View : 4
Redaksi
susunan acara - 15 Jun 2026

Susunan acara Tahun Baru Islam di sekolah perlu dibuat rapi agar kegiatan berjalan lancar. Dengan susunan yang jelas, panitia dapat mengatur waktu dengan baik.

Tahun Baru Islam 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Karena itu, sekolah bisa mengadakan kegiatan sebelum atau setelah tanggal tersebut.

Contoh Susunan Acara Tahun Baru Islam

Berikut susunan acara yang bisa digunakan di sekolah.

  1. Pembukaan oleh MC.
  2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
  3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya jika acara bersifat resmi.
  4. Sambutan Ketua Panitia.
  5. Sambutan Kepala Sekolah.
  6. Tausiyah Tahun Baru Islam.
  7. Penampilan siswa.
  8. Santunan atau aksi sosial.
  9. Doa bersama.
  10. Penutup.

Susunan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Jika waktu terbatas, panitia bisa memilih acara utama saja. Misalnya, pembukaan, sambutan, tausiyah, doa, dan penutup.

Selain itu, sekolah juga bisa menambah lomba. Contohnya lomba pidato, kaligrafi, azan, dan hafalan surat pendek.

Contoh Narasi Pembukaan Acara

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, pada hari ini kita berkumpul dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga acara ini membawa keberkahan bagi sekolah kita.

Hadirin yang berbahagia.

Tahun Baru Islam mengingatkan kita pada semangat hijrah. Karena itu, mari kita jadikan acara ini sebagai awal perubahan menuju kebaikan.

Untuk mengawali acara, marilah kita membaca basmalah bersama-sama.

Bismillahirrahmanirrahim.

Tips Membuat Acara Lebih Bermakna

Acara Tahun Baru Islam sebaiknya tidak hanya seremonial. Panitia perlu menyiapkan tema yang kuat. Misalnya, hijrah menuju disiplin, akhlak, dan prestasi.

Selain itu, libatkan siswa dalam acara. Mereka bisa menjadi MC, pembaca Al-Qur’an, petugas doa, atau pengisi penampilan. Dengan begitu, siswa belajar percaya diri.

Sekolah juga bisa membuat gerakan kecil. Misalnya, “Sehari Tanpa Berkata Kasar” atau “Gerakan Sedekah Muharram”. Program kecil seperti ini akan membuat acara lebih hidup.

Guru juga dapat menutup acara dengan refleksi. Anak-anak diminta menulis satu kebiasaan buruk yang ingin mereka tinggalkan. Setelah itu, mereka menulis satu kebaikan yang ingin mereka mulai.

Penutup

Susunan acara Tahun Baru Islam di sekolah harus sederhana, tertib, dan bermakna. Acara yang baik tidak selalu mewah. Yang paling penting, acara itu mampu menanamkan nilai hijrah.

Karena itu, panitia perlu menyiapkan konsep sejak awal. Dengan persiapan yang baik, kegiatan Muharram akan lebih khidmat.

Sumber:
Kalender Hijriah Indonesia Kemenag dan SKB Libur Nasional 2026.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS