Susunan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Jangan Sampai Salah!

3 menit membaca View : 75
Redaksi
info, susunan upacara - 30 Mei 2026

Taman Cendekia – Jangan sampai susunan upacara yang digunakan berbeda dari pedoman resmi BPIP, karena Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi sarana untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahun 2026, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjaga persatuan bangsa dan mendukung perdamaian dunia.

Selain itu, BPIP juga menerbitkan pedoman resmi pelaksanaan upacara yang wajib menjadi acuan bagi pemerintah daerah, instansi pemerintah, satuan pendidikan, serta berbagai lembaga lainnya.

Susunan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Pemerintah Daerah

Bagi pemerintah daerah dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, BPIP menetapkan Susunan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai berikut:

  1. Terompet pertama
  2. Terompet kedua
  3. Pasukan upacara memasuki tempat upacara
  4. Komandan Upacara memasuki tempat upacara
  5. Inspektur Upacara tiba di tempat upacara
  6. Laporan Perwira Upacara
  7. Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
  8. Penghormatan Pasukan
  9. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  10. Pengibaran Sang Merah Putih
  11. Mengheningkan cipta
  12. Tanda kebesaran buka
  13. Pembacaan teks Pancasila
  14. Tanda kebesaran tutup
  15. Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  16. Amanat Inspektur Upacara
  17. Pembacaan doa
  18. Andhika Bhayangkari
  19. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  20. Penghormatan Pasukan
  21. Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
  22. Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
  23. Komandan Upacara membubarkan pasukan
  24. Upacara selesai.

Susunan tersebut berlaku sebagai pedoman resmi yang diterbitkan BPIP untuk peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Susunan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Sekolah dan Instansi

Sementara itu, BPIP juga menetapkan susunan minimal bagi instansi pemerintah dan satuan pendidikan formal. Berikut urutannya:

  1. Persiapan upacara
  2. Pasukan upacara memasuki tempat upacara
  3. Komandan Upacara memasuki tempat upacara
  4. Laporan
  5. Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
  6. Penghormatan Pasukan
  7. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  8. Pengibaran Sang Merah Putih
  9. Mengheningkan cipta
  10. Pembacaan teks Pancasila
  11. Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  12. Amanat Inspektur Upacara
  13. Pembacaan doa
  14. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  15. Penghormatan Pasukan
  16. Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
  17. Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
  18. Upacara selesai.

Karena itu, sekolah dan instansi pemerintah perlu menyesuaikan pelaksanaan upacara dengan pedoman tersebut. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung seragam dan sesuai ketentuan nasional.

Makna Hari Lahir Pancasila bagi Bangsa Indonesia

Hari Lahir Pancasila berakar pada pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. Pada saat itu, beliau memperkenalkan gagasan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Selanjutnya, melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi hari libur nasional.

Peringatan ini memiliki makna yang sangat penting. Pertama, masyarakat diajak untuk memahami nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Kedua, seluruh elemen bangsa diingatkan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ketiga, generasi muda memperoleh kesempatan untuk memahami sejarah bangsa secara lebih mendalam.

Selain itu, BPIP mengimbau masyarakat untuk memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila melalui berbagai kegiatan kreatif, publikasi edukatif, serta kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, Hari Lahir Pancasila bukan hanya tentang mengenang sejarah. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam tindakan nyata. Ketika masyarakat menerapkan nilai gotong royong, toleransi, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, maka Pancasila benar-benar hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, pelaksanaan upacara yang mengikuti pedoman resmi bukan sekadar memenuhi aturan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap dasar negara yang telah menjaga Indonesia tetap kokoh hingga saat ini.

Referensi:

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    CLOSE ADS