niat puasa tarwiyahTaman Cendekia – Menjelang Iduladha, umat Islam kembali menyambut hari-hari terbaik dalam setahun. Suasana ibadah terasa semakin hidup. Selain memperbanyak dzikir dan sedekah, banyak Muslim mulai mencari bacaan niat puasa Tarwiyah untuk mengisi awal bulan Dzulhijjah dengan amal terbaik.
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ibadah sunnah ini menjadi pembuka menuju puasa Arafah yang sangat dianjurkan Rasulullah ﷺ. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memanfaatkan momen ini untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Puasa sunnah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Namun, puasa menjadi latihan keikhlasan sekaligus jalan memperbaiki kualitas iman. Selain itu, bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang sangat dicintai Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
(HR. Bukhari)
Karena itu, puasa Tarwiyah menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh sebelum Iduladha tiba. Di sisi lain, puasa ini juga membantu seorang Muslim menenangkan hati dari kesibukan dunia.
Banyak orang fokus pada persiapan kurban. Akan tetapi, persiapan ruhani sering terlupakan. Padahal, hati yang bersih akan membuat ibadah Iduladha terasa lebih bermakna.
Selain mendatangkan pahala, puasa sunnah juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Oleh sebab itu, para ulama salaf sangat menjaga amalan pada awal Dzulhijjah.
Bagi yang ingin menjalankannya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat dapat di baca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, sebagian ulama membolehkan niat puasa sunnah pada pagi hari selama belum makan dan minum.
Selain membaca niat, umat Islam juga di anjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, suasana Dzulhijjah terasa lebih penuh keberkahan.
Sementara itu, puasa Tarwiyah sebaiknya tidak hanya dijadikan rutinitas tahunan. Ibadah ini perlu di iringi niat memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan. Nabi Ibrahim AS telah memberi teladan luar biasa tentang ketaatan kepada Allah.
Karena itu, puasa Tarwiyah dapat menjadi langkah awal membersihkan hati dari kesombongan, iri, dan kelalaian. Selain itu, ibadah ini membantu seorang Muslim lebih siap menyambut hari raya dengan jiwa yang tenang.
Di tengah kehidupan modern, manusia sering kehilangan waktu untuk merenung. Akibatnya, ibadah terasa sekadar formalitas. Padahal, Islam mengajarkan kedekatan hati dengan Allah dalam setiap amal.
Maka, jangan lewatkan kesempatan mulia ini. Awali Dzulhijjah dengan taubat, dzikir, dan puasa sunnah. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah dan menghapus dosa-dosa kita.
Referensi:





Tidak ada komentar